Rabu, 24 Juni 2009

aduuuuuhh.......!!!

Udah 5 (lima) hari......5 hari bayangkan saudara-saudara!!! 5 hari!!! keadaan yang sungguh perlu pengorbanan jiwa dan raga. diriku menderita. menderita saudara-saudara!!! q terserang flu!!! keadaan yang membuat hidungku berusaha mencari oksigen sebanyak-banyaknya untuk menghindari kejadian yang langka, yang hanya bisa ditemukan saat komet Halley mendekati bumi.....(weleh-welehh.......). biasa j kali bos...
flu sih udah biasa, tapi yang ini kebangetan. gara-gara seekor bersin (nah lho??), jadi flu ber tak ke-flu-an.....adduuuhh,,pengen sembuh nih...cz bentar lagi mw makrab angkatan. malu donk hdungnya bunyi trus ngak-ngik-ngok...

Sabtu, 20 Juni 2009

finiiiiiiiissshhhhh....

Ujian akhirnya kelar juga. Ujian terakhir lumayan susah juga cz waktu malem q ga ngapalin bener2. niat sih udah menggebu2 pgen ngapalin bner2, cma slalu da ja pnganggu nya.tinggal tunggu hasilnya....moga dapet hasil yang bagus.... :)

Kamis, 04 Juni 2009

ngenet maning...

weleh weleh...malem2 ngenet lagi..biasa..terkena insomnia. daripada tidur ga bener, mending kabur ke warnet...nyari something lah..

Sabtu, 18 April 2009

Nibiru

Nibiru. Sebuah kata yang masih menjadi misteri. Pada beberapa sumber, Nibiru adalah planet ke-12 dalam sistem tata surya. Tetapi, merujuk pada konferensi IAU (International Astronomic Union) di Praha, Republik Ceko tahun 2006, terdapat perubahan dalam definisi planet. Sehingga sistem tata surya klasik menjadi tidak berlaku. Pluto terkena imbasnya dan menjadi "turun peringkat" menjadi dwarf planets bersama Ceres dan Eris.

Selasa, 25 November 2008

High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA)

High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah sebuah protokol telepon genggam dan kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G.

HSDPA fase pertama berkapasitas 4,1 Mbps. Kemudian menyusul fase 2 berkapasitas 11 Mbps dan kapasitas maksimal downlink peak data rate hingga mencapai 14 Mbit/s. Teknologi ini dikembangkan dari WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang memungkinkan untuk penggunaan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).

HSDPA merupakan evolusi dari standar W-CDMA dan dirancang untuk meningkatkan kecepatan transfer data 5x lebih tinggi. HSDPA memdefinisikan sebuah saluran W-CDMa yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSCH) yang cara operasinya berbeda dengan saluran W-CDMA yang ada sekarang. Hingga kini penggunaan teknologi HSDPA hanya pada komunikasi arah bawah menuju telepon genggam.

Kecepatan unduh data

* Di lingkungan perumahan teknologi ini dapat melakukan unduh data hingga berkecepatan 3,7 Mbps.

* Dalam keadaan bergerak seseorang yang sedang berkendaraan di jalan tol berkecepatan 100 km/jam dapat mengakses internet berkecepatan 1,2 Mbps.

* Di lingkungan perkantoran yang padat pengguna dapat menikmati streaming video dengan perkiraan kecepatan 300 Kbps.

Kelebihan HSDPA

Kelebihan HSDPA adalah mengurangi tertundanya pengunduhan data (delay) dan memberikan umpan balik yang lebih cepat saat pengguna menggunakan aplikasi interaktif seperti mobile office atau akses Internet kecepatan tinggi untuk penggunaan fasilitas permainan atau mengunduh audio dan video. Kelebihan lain HSDPA, meningkatkan kapasitas sistim tanpa memerlukan spektrum frekuensi tambahan. Hal ini menyebabkan berkurangnya biaya layanan mobile data secara signifikan.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/HSDPA

Kamis, 23 Oktober 2008

Identifikasi Hewan dan Tumbuhan

Identifikasi Hewan dan Tumbuhan

Identifikasi makhluk hidup berarti suatu usaha menemukan identitas suatu makhluk hidup. Identifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang paling populer yakni dengan membandingkan tumbuhan/hewan yang ingin diketahui dengan gambar didalam buku atau antara tumbuhan dengan material herbarium yang sudah diketahui identitasnya.

Cara yang paling cepat dan memuaskan hasilnya adalah dengan pergi ke lapangan bersama seorang ahli yang benar-benar mengetahui tentang berbagai jenis tumbuhan/hewan.

Perlengkapan yang sering digunakan dalam melakukan identifikasi adalah buku kunci (kunci dikotomis/kunci determinasi). Untuk memahami buku kunci seseorang harus memahami sifat dan keragaman bentuk serta ukuran tumbuhan/hewan yang diidentifikasi.

Identifikasi pada hewan dapat dilihat melalui bagian tubuh yang menunjukan sifat-sifat khusus penunjuk adanya keragaman morfologis, antara lain:

  • susunan kulit dan modifikasinya,

  • susunan alat gerak,

  • susunan bagian-bagian tubuh (kepala-badan-ekor) dan modifikasi hubungannya,

  • susunan endoskeleton,

  • susunan gigi,

  • lubang hidung,

  • susunan alat pendengaran bagian luar,

  • susunan mata, dan lain-lain.


Identifikasi pada tumbuhan dapat dilakukan dengan melihat bagian tubuh tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai penunjuk adanya keanekaragaman tumbuhan, misalnya sifat-sifat morfologi yang ditampakkan oleh:

  1. Daun:

  1. tata daun

  2. bentuk daun (margo folii)

  3. bentuk tepi daun

  4. pangkal dan ujung daun(basis folii dan apex folii)

  5. pertulangan daun (nervatio)

  6. sifat-sifat permukaan daun

  1. Bunga:

    1. bagian-bagian bunga

    2. bagian organisasi bunga

    3. tata dan susunan bunga

  1. Buah, ranting, kulit batang dan sifat akar tumbuhan.


Kunci determinasi adalah kunci yang digunakanuntuk menentukan filum, kelas, ordo maupun spesies. Dasar yang digunakan dalam kunci determinasi adalah identifikasi dari makhluk hidup dengan menggunakan kunci dikotom.

Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kunci dikotom adalah:

  1. Kunci harus dikotom

  2. Kata pertama dari tiap pernyataan dalam 1 kuplet harus identik.

Contoh:

    1. Tumbuhan berumah satu....

    2. Tumbuhan berumah dua....

  1. Kedua pilihan/bagian dari kuplet harus kontradkitif , sehingga satu bagian bisa diterima dan yang lain ditolak.

  2. Hindari pemakaian kisaran yang tumpang tindih atau hal-hal yang bersifat relatif dalam kuplet, contoh: panjang daun 4-8 cm, daun besar/kecil.

  3. Kuplet memuat pernytaan yang positif, contoh: letak daun berhadapan, dalam lingkaran. Bukan: letak daun tidak berhadapan.

  4. Gunakan sifat-sifat yang biasa diamati, misalnya dari sifat vegetatif yang mudah diamati.

  5. Pernyataan dari dua kuplet yang berurutan jangan dimulai dengan kata yang sama.

  6. Setiap kuplet diberi nomor.

  7. Buat kalimat-kalimat pernyataan yang pendek.


Kriteria Klasifikasi Tumbuhan dan Hewan

Kriteria Klasifikasi Tumbuhan

Dalam pengklasifikasian tumbuhan diperlukan beberapa kriteria sebagai berikut:

  1. Jumlah sel penyusun tubuh tumbuhan; ada tumbuhan bersel satu (uniseluler) dan ada yang bersel banyak (multiseluler).

  2. Organ perkembangbiakan.

  3. Habitus tumbuhan waktu hidupnya; tegak, menjalar atau merambat.

  4. Struktur jaringan pengangkut (xilem dan floem).

  5. Tipe silinder pusat (stele); ada tiga tipe pusat stele, yaitu: protostele, sifonostele, dan diktiostele.

  6. Bentuk dan ukuran daun; dikenal dua macam bentuk daun yakni: makrofil dan mkrofil.

  7. Cara berkembang biak; seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Pada cara generatif akan diperoleh hasil fertilisasi yang bersifat heterogamet dan isogamet.

  8. Biji, bunga dan buah; ada tidaknya biji dan bunga dapat dipakai untuk menentukan tingkat keprimitifan suatu tumbuhan.


Kriteria Klasifikasi Hewan

Sama seperti tumbuhan, didalam klasifikasi hewan harus diperhatikan beberapa kriteria berikut ini.

  1. Jumlah sel penyusun tubuh hewan; ada yang bersel tunggal (protozoa) dan ada yang bersel banyak (metazoa).

  2. Jaringan penyusun tubuh; pada hewan primitif terdiri dari dua jaringan embrional (diploblastik), contoh: Porifera, Coelenterata (Cnidaria). Pada hewan yang lebih tinggi tingkatannya, tubuhnya terdiri dari atas tiga jaringan embrional (triploblastik), contoh: Chordata.

  3. Saluran pencernaan makanan; hewan tingkat rendah belum memiliki saluran pencernaan, sedangkan hewan tingkat tinggi memiliki lubang mulut, saluran pencernaan dan anus.

  4. Selom, yaitu rongga tubuh yang dibatasi oleh dinding mesodermis dan dinding sebelah dalam dilapisi oleh peritonium; hewan yang memiliki rongga tubuh disebut Euselomata, contoh pada Chordata. Hewan yang tidak memiliki rongga tubuh digolongkan dalam tingkat yang lebih rendah disebut Aselomata, contoh Enthoprocta dan Aschelminthes.

  5. Segmentasi, khusus pada hewan bersel banyak (metazoa). Metazoa yang telah mengalami metameri pada tubuhnya menempati golongan yang lebih tinggi, contoh: Annelida, Arthropoda, dan Chordata.

  6. Kerangka (skeleton). Hewan yang berkerangka luar (eksoskeleton), misalnya Arthropoda, lebih rendah tingkatannya daripada yang berkerangka dalam (endoskeleton), misalnya Chordata.

  7. Anggota badan, yaitu bagian yang terproyeksi keluar untuk bergerak dan menangkap makanan, misalnya tentakel pada anemon, seta pada cacing tanah, antena dan kaki pada Arthropoda, sirp dan kaki serta sayap pada vertebrata.

  8. Bentuk tubuh; pada umumnya hewan memiliki bentuk tubuh simetris. Beberapa protozoa menunjukan simetri bulat (radial), sedangkan beberapa filum yang lain simetri bilateral, misalnya pada Chordata. Bentuk tubuh lainnya adalah asimetris.

Dewasa ini, dengan bertambah majunya teknologi dibidang biokimia, pengklasifikasian menglami kemajuan dengan dimanfaatkannya tes DNA untuk menelusuri kekerabatan. Dengan tes DNA, pengklasifikasian menjadi lebih teliti dan tidak hanyamengandalkan ciri-ciri morfologi.